20110601

URGNTSNDS URGNTSLNC - the making

24 maret 2011, saya berpameran tunggal lagi untuk yang kedua kalinya, berjudul URGNT SNDS - URGNT SLNC. setelah yang pertama pada tahun 2008. Kali ini saya mempresentasikan kurang lebih 18 artworks berupa painting di media kanvas dan papan skate, screen print, mural dan sekalian bersama jenny mengadakan pertunjukkan disana. Bukan sebuah solo eksebisi yang ideal jika ukurannya adalah berbulan-bulan persiapan pembuatan karya, di wacanakan oleh kurator seni papan atas atau di helat di galeri seni yang agung. Karena yang terjadi adalah, persiapan pembuatan karya yang hanya 10 hari, tanpa kurator, dan di gelar di Deus Ex Machina, Bali, yang notabene adalah bengkel custom motor. Tapi kemudian atas hal-hal yang tidak sewajarnya tersebut, ini menjadi sangat berarti bagi saya. ini yang ingin saya buat, mencoba pola baru berpameran, sedikit diluar kebiasaan kebanyakan.

Adalah Kim Randall (dulu adalah manajer kendra gallery bali) yang pertama membawa saya ke bali pada eksebisi Indonesia Disjuction di kendra gallery, akhir 2010. Salah satu karya saya dipinang oleh ibu Susi Johnston dan satunya lagi oleh Ibu valentina. karena di pameran tersebut lukisan saya presentasikan beserta mural di belakangnya, kemudian mengharuskan saya juga membuat mural di dinding rumah ibu Susi dan ibu valentina di Bali. di saat kami bertiga sedang mempersiapkan rencana project tersebut, tiba-tiba ada ide dari ibu susi untuk membuat pameran tunggal kecil saya di Deus. kebetulan sekali, Ibu Susi kenal dekat dengan Pak Dustin Humphrey, owner Deus, seorang photografer surfing dengan karir gemilang dan mempunyai karya yang sangat mengagumkan. Dan begitu saja kemudiaan pameran ini terselenggara.
mba Kim, mba Susi, mas Dustin
ini adalah salah satu dari sekian banyak email yang dikirim ibu Susi, sebuah email tantangan keberanian :)  

hi farid,
i just talked to dustin, the owner of deus. he wants to do an exhibition of your work (graphic, street, painting, whatever) immediately. CAN YOU DO IT? the show must open before the end of march.please don't worry, we can help you take care of any problems with expenses, travel, whatever. the main thing:  CAN YOU DO IT ?
the gallery space is not so big, but you must make it rock, visually, and you can.if you want, i see two paintings, at each end of the gallery, and on the side walls, about fifteen smaller graphic works, band posters, graphic messages, prints, whatever, your best graphic work, the most provacative and strong, mounted, framed (we can help with that). please tell me if you can
and if Jenny can come and do an unplugged (semi-unplugged) set at deus and jam with the best here, that would be great. please be aware, there is an international pro surf competition right there in canggu, with center at deus, from april 1 to april 14. this is a great opportunity to be seen by the world, by the good world. please if you can, let's make a show opening in march, and going on until the end of april, and let's have one or two nights of jenny jam at deus don't be stressed about logistics. just pick the art, pick the day to come, and we will do it all together.
with lots of love, Susi

dan atas email tersebut, saya yang seperti, whoaaaa, pasti bercanda nih. saya baca ulang sekali lagi, dan tanpa pikir panjang saya jawab lantang dengan email pendek, terketik dalam huruf besar semua, berbunyi: FOR GOD SAKE YES I WILL DO IT! OFF COURSE! WHY NOT! :)

yang sangat saya ingat waktu itu, saya pikir saya masih punya waktu sekitar 20 hari menuju tanggal yang di rencanakan, dan ternyata salah, setelah 2 hari memulai berkarya, itu sudah 8 hari menuju tanggal tersebut. hhaha, fak! tapi saya tidak berhenti. saya bekerja dan bekerja selama sisa haritersebut tanpa berhenti, hampir bisa dibilang tanpa tidur, dan pasti tanpa mandi. bahkan di hari terakhir sebelum pembukaan pameran, saya tiba di bali jam 12 siang dan langsung bekerja menyelesaikan karya dan display sampai jam 5 pagi sampai akhirnya selesai dan saya bisa mencicipi tidur lagi.

awal sempurna dari Kim, tantangan dan semangat dari Ibu Susi, dukungan dari teman dan keluarga, dukungan penuh dan kebaikan hati dari pak Dustin dan seluruh keluarga Deus Ex Machina Bali, dan keinginan saya untuk berkarya lagi dan lagi, dan semua orang yang datang ke deus berantusias bersama di Deus adalah formula hebat untuk menjadikan untuk eksebisi ini terjadi. Resah dan bahagia saya rasakan di saat yang sama saat itu, itu yang saya percayai sebagai seni. lalu apalagi? tidak ada lagi yang penting kemudian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar