20110408

installing panel nomor 01 dan 03 DCDNC/DCDNT

Pada pameran indonesia disjuction yang telah saya post sebelumnya, saya memamerkan 2 panel. keduanya kemudian menjadi koleksi Ibu. Susi Johnston dan Ibu. valentina. Kedua beliau tinggal di bali. Ibu Valentina membeli karya #01, Ibu Susi membeli karya #03 . karya tersebut pada saat pameran saya presentasikan dengan membuat instalasi mural di tembok tempat menggantung karya, yang kemudian akan saya buat di rumah kedua beliau. bulan maret 2011, akhirnya saya berkesempatan menginstal dua karya ini di rumah beliau-beliau di bali, sekaligus melakukan pameran tunggal saya, URGNT SLNC URGNT SNDS di deus ex machina dan tour kecil jenny yang akan saya ceritakan di postingan berikutnya.

In the exhibition Indonesian Disjunction discussed in a previous post, I showcased two panels from the DCDNC/DCDNT series. Both later went into the collections of women; Susi Johnston and Valentina Audrito, both of them living in Bali. Valentina bought No. 1 and Susi bought No. 3. When these paintings were in the Indonesian Disjunction show, I was invited to extend my work beyond the canvas and onto the walls. I painted a kind of mural around each piece, then Susi and Valentina asked me to come and do the same for the paintings in their new homes. In March 2011, I finally had the opportunity to do this, as well as playing a mini-tour with my band Jenny (will tell about that in next post), and a solo exhibition at the same time. The exhibition, URGNT SLNC | URGENT SNDS is still up at Deus Ex Machina, (Canggu, Bali).
saya dan dieto (asisten) mulai mengerjakan instalasi di tembok ruang tidur tamu rumah Ibu susi. ruang tamunya kemudian berisi kata bunuh bunuh bunuh kill kill bunuh..haha. Ibu susi bilang, ini sengaja, biar tamunya ga betah-betah bgt nginap di rumah :))
Dieto (assistant) and I begin work on my installation on the wall of a guest bedroom at Susi's house. A sleeping room with the words KILL KILL KILL . . . ha ha. Susi joked that this will have an extra benefit, by keeping houseguests from overstaying their welcome! :)
ibu susi menunggui kami dari siang sampai malam. sambil minum bir, merokok mild seven, nonton DVD factory girl, easy ride, maen-maen sama 3 kucing kecilnya, bercerita apa saja.
Susi hung out with us from mid-day through the night, drinking beer, smoking Mild Sevens, putting on DVDs (Factory Girl, Easy Rider), playing with her three little cats, and we talked for hours about anything and everything.
instalasi selesai, foto-foto dulu :). terimakasih rekam gambarnya moks (moks timofeevic)
The installation is complete, now it's time for snapshots! Haha. Thanks, Moks, for photo-documentation (Moks Timofeevic).
3 hari setelah pembukaan pameran URGNTSLNC URGNTSNDS, saya menginstal panel #01 di rumah Ibu valentina, di daerah canggu, bali. rumah yang sangat artistik, dan bagus sekali arsitekturnya. tidak terlalu kaget kemudian, karena Ibu Valentina dan Pak Abi (suami Ibu Valentina) adalah Arsitek dan desainer, beliau menjalankan bisnis arsitek di bali, dan berkantor di satu ruangan terpisah depan rumah beliau. halaman berpohon besar dan hijau, ruangan terbuka bermandi cahaya, pernik-pernik interior yang unik (ada satu seri karya interior dengan tema visual: telur, yang sangat unik, bahkan saya di beri lampu meja dari fiberglass berbentuk separuh telur), karya rupa tergantung di setiap tembok ruangan (yang saya ingat, ada karya dari farhansiki dan keith harring, dan kemudian karya saya :). Ibu susi bilang, rumah ini pernah masuk di majalah arsitek. banyak yang bisa saya ceritakan dari rumah ini dan perjumpaan saya dengan Ibu valentina dan Pak Abi yang mungkin akan saya ceritakan di postingan lain. sayang sekali juga saya tidak membawa kamera pocket saya untuk merekam proses installing, tapi Pak abi merekam dengan kamera beliau, mungkin saya bisa dapatkan hasilnya juga nanti.

sehari sebelumnya, saya menginstal panel #03 di rumah Ibu Susi. beliaulah juga yang menginisiasi pameran tunggal saya di deus. Ibu susi, sosok yang pasti akan saya tulis dalam postingan lain. sebagai gambaran awal, ibu ini adalah wanita yang sudah berumur lebih dari separo abad, sudah tinggal di bali selama 15 tahun lebih, Phd art history, penulis, menjalankan perusahaan tekstil dan gallery benda seni dan antik asia bernama macan tidur, dan punya masa muda dengan cerita-cerita yang sangat mencengangkan saya. saya akan ceritakan nanti. yang pasti, pertemuan saya dengan ibu susi adalah salah satu momen penting dalam hidup saya. ya..ya.. saya pasti akan ceritakan nanti, dalam cerita yang panjang :). yak, rumah Ibu susi adalah rumah bagus, bagus sekali, modern minimalis, putih, letaknya di pinggiran canggu yang masih sepi dan tenang, saat sore hari di depan rumah di pakai untuk jalur jogging dan bersepeda, melintas sawah-sawah di jalan menuju pantai. setelah masuk pintu utama, adalah ruang luas terbuka dengan beberapa benda seni dan antik dari berbagai kebudayaan di indonesia. ada kayu peti mati raja, tangga bambu, alat tenun tradisional, ujung atap masjid kuno, bejana tembaga dan masih banyak lagi yang di tata apik di ruangan yang berjejer dengan dapur dan ruang kerja pak Bruno (suami ibu susi). saya menginstal panel #03 di kamar tamu yang letaknya di lantai 2.

Three days after the opening of the exhibition, URGNT SLNC | URGNT SNDS, I installed Panel No. 1 at Valentina's house, in the Canggu area. The house is really artistic, with great architecture. Not surprising, because Valentina is an architect and Abhi (her husband) is a designer, and they run an architecture practice in Bali with offices in a separate pavilion in front of the house, which itself is filled with light, mostly open spaces, scattered with their unusual artworks and objects with visual themes. There's even a series of egg-themed furniture and lighting, really out-there stuff (designed by Valentina - - Abhi actually gave me an egg table lamp to take home), and hanging on all the walls are works of art (I recall a Farhan Siki, a Keith Haring - - and now my work!). Susi told me the house has been featured in design magazines. There's so much I could say about the house and my encounter with Abhi and Valentina, maybe in another post. I forgot to bring my pocket camera to record the process of installation, but Abhi recorded it all with his camera, maybe I can get the results later and share them.


The day before, I installed Panel No. 3 at Susi's. She was the one who actually initiated my solo exhibition at Deus. Susi is a real character, who I will surely write more about in another post. For starters, she's been around for more than half a century, lived in Bali for over 15 years, has a graduate degree in art history, writes, runs a textiles business and a gallery of art and antiques called Macan Tidur (the sleeping tiger), and has thousands of interesting stories from her "wasted youth" that are really amazing to me. More about that later. Meeting Susi has definitely been one of those important moments in my life. Yeah yeah, I'll definitely tell you later, it's a long story. :) Bit of background here, Susi's house is actually pretty cool, modern, minimalist, white, located on the outskirts of Canggu where it's still quiet and peaceful. In the afternoon people pass on bicycles, others jogging, down the lane in front, which runs through rice paddies, then heads down toward the beach. When you enter the main door of the house, you're in a vast open space with a selection of objects of art and antiques from various cultures of Indoneisa; there's a wood panel from a raja's coffin, a primitive bamboo ladder, old weaving tools, the roof finial from an ancient wood mosque, bronze vessels, and many other objects, carefully and sparsely arranged. Adjacent to this space are the kitchen and the home office of Bruno (Susi's husband). I installed Panel No. 3 in a guest room on the second floor.

20110407

God loves you, for sure

DCDNCDCDNT #07 - god loves you, for sure. acrylic and canvas collage on canvas, 150x150 cm, 2011. figur wanita yang tergambar disini adalah Dhatu Rembulan, wanita cantik berhijab yang sedang memulai karirnya di sebuah stasiun televisi nasional. Dia ini adalah partner saya, well God loves you bun, for sure :)
DCDNCDCDNT #08 - please God please. acrylic and canvas collage on canvas, 150x150 cm, 2011.figur wanita yang tergambar disini adalah Ranny Rachma, seorang teman baik yg sedang menyelesaikan kuliah bahasa inggrisnya di YK, adalah vokalis dari band chiptune-8bit Cacat Nada.
2 karya ini masih dalam seri DECADENCE (DCDNC/DCDNT) dengan tema kecil 'pendoa dan pendosa'. pendoa dan pendosa adalah watak jamak yang hampir dapat kita temui di setiap manusia, kadang-kadang keduanya bisa terhimpun lebur dalam 1 badan manusia. di salah satu lagu band saya yang paling baru, saya mengistilahkannya dengan 'para bangga berdosa dan para serentak lupa pencipta', yang menurut saya sekali lagi adalah tanda-tanda utama kemunduran. Secara harafiah, pada panel #7 dan #8 ini, konsep 'pendoa-pendosa' saya presentasikan dengan memilih figur wanita yang sedang berdoa. salah satunya menghadap ke atas, atas nama doa dan pencarian Tuhan, sedangkan satu yang lainnya melihat arah pandang kita, atas nama doa dan tendensi-tendensi manusiawi yang ada di dalamnya. di badan wanita-wanita tersebut ada di dalamnya tulisan 'please God' di ulang-ulang. Kedua karya ini sekarang menjadi koleksi Tony Raka Art Gallery, Bali. terimakasih Bpk. Tony, Ibu Ratih.

This 2 works is in Decadence (DCDNC/DCDNT) series, with a smaller theme 'prayers and sinners'. the prayer and the sinner is a character which almost can we meet in every human being, sometimes both can be found in 1 body. in my songs, I call it "the proud to be a sinner and proud to forget the God', which I think, is the major signs of decadence. Literally, in panel # 7 and # 8 is, the concept of 'prayer-sinners' represented by choose a female figure who is praying. one of them facing up, on behalf of prayer and seeking God, while the other one look at our perspective, on behalf of prayer and human tendencies that exist in it. Both of this works are now a collection of Tony Raka Art Gallery, Bali. Thank Mr. Tony and Mrs. Ratih.

20110215

DCDNC/DCDNT looks for Mr. Antolele

Perkenalkan sahabat baik saya, Mr. Antolele. figur yang amat sebetulnya teraba sangat kasar dan gelap terlihat dari luar, namun sejatinya sangat ramah, halus dan terang di dalamnya. Tapi jangan percaya begitu saja dengan penilaian saya, mungkin itu bagian dari tipu dayanya saja :D. Nilai kehadiran penuh di setiap acara budaya anak muda menjadikan dia seorang sosialita nomor wahid di dunia bawah tanah di Yogyakarta, dan sekarang dengan bermodalkan predikatnya itu, semangat dan mimpinya, dia menantang Jakarta. Pribadi yang ramah dengan beberapa tanda identitas visual berupa: kumis lebat, sepeda tinggi, jaket jins tanpa lengan dengan patch buluk tertempel di punggungnya. saya memberikan dia tampilan DCDNC/DCDNT pada fotonya. terimakasih Mr. Antolele, untuk ruang cerita, waktu berbagi dan segala sesuatunya. cheers. cesss...

Meet a good friend of mine, Mr. Antolele. looks very rough and dark  from the outside, but actually very smooth and light in it. But don't just believe my words, maybe that's part of his tricks :D. A full attendance at almost every Yogyakarta's youth culture event back in the days, makes him a number one socialite in the Yogyakarta underground scene, and now with that predicate, his passion and his dream, he challenged Jakarta. A very very friendly friend with this identity marks: bushy mustache, tall bikes, sleeveless denim jacket with patches pasted on the back. I gave him this DCDNC / DCDNT looks on his picture. Thankyou Mr. Antolele, for share a space and time for my stories, and everything. cheers. cesss...