20110926
20110815
Quite My Self
saya tidak terlalu tahu ini apa, waktu itu hanya corat-coret di buku sketch warna hitam bersampul tebal yang jarang saya tengok. lelaki tua yang sedang duduk ujung sembahyangnya, dengan wajan berisi makanan. wanita dan anak bayinya yang membawa permata. kursi kayu di pojok ruangan, dan cerobong asap berjalan yang berasap dari api yang didalam. cukup seperti inikah saya? quite my self? saya hampir lupa kenapa saya menggambar ini dulu. ya, memangnya harus menggambar apa?
Labels:
QUITE MY SELF
20110805
visual identity design - xyezed
perancangan identitas visual untuk sebuah brand clothing asal yogyakarya, xyezed. atas brief sederhana yang di berikan oleh klien, saya berikan 3 opsi disain dengan gaya yang berbeda satu sama lain. biasanya saya gunakan cara seperti ini untuk mengetahui arah yang diinginkan klien dalam project yang briefnya kurang lengkap. dengan memberikan opsi disain, kecenderungan klien akan terbaca. kemudian kita bisa fokus mengembangkan disain ke hasil akhir yang maksimal. dalam project ini, disain logo yang paling atas yang dipilih oleh klien.
Labels:
XYZED LOGO
chicks &lads - the faces
setelah postingan pertama tentang lahirnya chiks &lads, ini adalah dia dan dia dengan beberapa bermacam rupa dan baju. karakter ini sempat juga saya buat untuk avatar beberapa teman di twitter. dua kali chicks &lads saya bawa kedalam pameran di galeri rupa. dokumen rekamnya sedang di cari di cakram keras komputer. segera di posting seketika ketemu.
Labels:
CHICKS LADS
20110728
cover art SAVIOR - O YEAH
![]() |
awal tahun 2010, beberapa teman baik yang tergabung di sebuah band bernama SAVIOR berencana untuk merilis album perdana mereka.dari apa yang mereka tulis dalam biografi di salah satu media jejaring sosial sedikit menjelaskan bahwa mereka adalah band asal Yogyakarta yang memainkan musik rock garage, lahir pada november 2006. Untuk cari tau segala sesuatu tentang band ini, silahkan berkunjung, facebook, twitter, atau akun jejaring sosial lain mereka. tapi itu tidak cukup, datanglah ke panggung mereka, dan simpulkan sendiri. saya, menyukai mereka. saya dan mereka, semacam menyembah berhala-berhala rock yang hampi sama.
pertemanan baik dalam band maupun secara pribadi saya dengan verdi (drums), bintang (guitar), dimas (guitar), andy (bass) dan deny (voc) membawa kami bergabung untuk mengerjakan olah visual rilisan band ini. beberapa kali melakukan brainstorm, mengolah bahan-bahan dari apa yang saya rekam dari masing-masing kepala SAVIOR, mendengarkan materi lagu dalam album mereka, dan melihat potensi visual yang ada pada band ini, membawa kami ke sebuah kesimpulan perencanaan konsep yang akan di ekseskusi dengan teknik fotografis. judul albumnya O YEAH, lalu kami membuat huruf-huruf penyusun nama album tersebut dengan material plastik putih, 3 dimensi, dengan lampu di dalamnya yang jadi properti utama dalam sesi foto. beberapa malam, di LIBSTUD, semua personil SAVIOR, dengan tangan mereka sendiri memotong, merangkai dan membuat huruf-huruf ini sendiri.
sesi foto di lakukan di ruang parkir kampus STIE YKPN (kampus tempat anak-anak ini kuliah dan bertemu sebelum akhirnya membentuk band in), lantai beton luas, pilar-pilar beton dan gelap!, sempurna untuk membuat foto bareng mereka berlima. yea, foto band, berpose adu ganteng, kaki di buka sedikit biar gagah. tidak susah menurut saya, karena mereka berlima memang ganteng dan gagah, dan bertalenta tentusaja :). hasil fotonya akan dipakai di halaman muka sampul CD album. sesi foto ini di bantu oleh fotografer sekaligus karib saya, moks timofeevic (ini halaman deviantart moks) dan beberapa teman lain. sesi foto dilanjutkan di kamar masing-masing personil SAVIOR sebagai stok untuk halaman dalam album. dengan konsep, memotret mereka di ruang pribadi masing-masing. di rumah, di kamar kos, di studio, masih dengan membawa huruf-huruf menyala. inilah mereka sesungguhnya secara personal, dan inilah mereka ketika bergabung dalam sebuah band, dan di sebuah album bernama O YEAH.
pertemanan baik dalam band maupun secara pribadi saya dengan verdi (drums), bintang (guitar), dimas (guitar), andy (bass) dan deny (voc) membawa kami bergabung untuk mengerjakan olah visual rilisan band ini. beberapa kali melakukan brainstorm, mengolah bahan-bahan dari apa yang saya rekam dari masing-masing kepala SAVIOR, mendengarkan materi lagu dalam album mereka, dan melihat potensi visual yang ada pada band ini, membawa kami ke sebuah kesimpulan perencanaan konsep yang akan di ekseskusi dengan teknik fotografis. judul albumnya O YEAH, lalu kami membuat huruf-huruf penyusun nama album tersebut dengan material plastik putih, 3 dimensi, dengan lampu di dalamnya yang jadi properti utama dalam sesi foto. beberapa malam, di LIBSTUD, semua personil SAVIOR, dengan tangan mereka sendiri memotong, merangkai dan membuat huruf-huruf ini sendiri.
sesi foto di lakukan di ruang parkir kampus STIE YKPN (kampus tempat anak-anak ini kuliah dan bertemu sebelum akhirnya membentuk band in), lantai beton luas, pilar-pilar beton dan gelap!, sempurna untuk membuat foto bareng mereka berlima. yea, foto band, berpose adu ganteng, kaki di buka sedikit biar gagah. tidak susah menurut saya, karena mereka berlima memang ganteng dan gagah, dan bertalenta tentusaja :). hasil fotonya akan dipakai di halaman muka sampul CD album. sesi foto ini di bantu oleh fotografer sekaligus karib saya, moks timofeevic (ini halaman deviantart moks) dan beberapa teman lain. sesi foto dilanjutkan di kamar masing-masing personil SAVIOR sebagai stok untuk halaman dalam album. dengan konsep, memotret mereka di ruang pribadi masing-masing. di rumah, di kamar kos, di studio, masih dengan membawa huruf-huruf menyala. inilah mereka sesungguhnya secara personal, dan inilah mereka ketika bergabung dalam sebuah band, dan di sebuah album bernama O YEAH.
Labels:
FOR SAVIOR
20110721
interviewed by KVLT magazine #02
hi bro farid apa kabar?sibuk apa bro?
kabar baik alhamdulillah, selalu bahagia dengan segala sesuatunya. kesibukan biasa saya, tidak terlalu banyak hal baru. setiap hari bekerja di studio sendiri, Liberated Studio, membagi jatah waktu kerja antara beberapa project graphic design dengan project fine art. kemudian juga sedang menyiapkan 2 produk fashion line kecil-kecilan, salah satunya adalah personal merchandise saya bernama liberate. bersama beberapa teman juga sedang memulai usaha F&B berupa juice bar bernama JUICIDE di bandung. sisanya, jadi badut di band saya, FESTIVALIST.
banyak temen KVLT yg blom kenal bro farid secara dekat,bisa ceritakan dikit ttg bro farid ?
sudah sepantasnyalah kalau kebanyakan anda tidak mengenal saya :D. saya Farid Stevy Asta, terlahir dari keluarga sederhana di Wonosari, Gunungkidul Yogyakarta 29 tahun lalu. kuliah sampai lulus di Institut Seni Indonesia Yogyakarta di jurusan Disain Komunikasi Visual, sekarang tinggal di yogyakarta.itu saja. oiya, saya laki-laki, tidak macho, tapi cukup tulen.
sudah sepantasnyalah kalau kebanyakan anda tidak mengenal saya :D. saya Farid Stevy Asta, terlahir dari keluarga sederhana di Wonosari, Gunungkidul Yogyakarta 29 tahun lalu. kuliah sampai lulus di Institut Seni Indonesia Yogyakarta di jurusan Disain Komunikasi Visual, sekarang tinggal di yogyakarta.itu saja. oiya, saya laki-laki, tidak macho, tapi cukup tulen.
apa pengaruh Andy Warhol, Jean Michel-Basquiat, dan Shepard Fairey dalam kegiatan seni anda?
menurut saya, ketiganya jenius di senirupa, dan ketiganya adalah beberapa dari banyak visual artist yang sangat saya sukai. masing-masing saya sukai dengan cara dan alasan yang berbeda. teman-teman pasti lebih tau daripada saya siapa beliau-beliau ini. saya tidak mengambil atau mengimitasi mereka, tapi saya memang 'mencuri' beberapa dari mereka, dan banyak juga dari artist lainnya. bad artist copy, good artist steal, well i dont want to be them, but i want to be good :).
bisa disebut apa gaya seni visual anda?
saya, sebagai seniman visual, adalah campuran kacau dari bahan-bahan ini: graphic design, street art, popart, ditambah setumpuk gaya-gaya visual lain yang saya arsipkan secara tidak sadar di kepala, kemudian bisa tumpah dengan formula yang berbeda-beda di setiap karya. dan saya tidak berhenti di satu ruang nyaman gaya visual, saya bergerak terus. saya suka hal baru, saya suka banyak hal kuno juga yang tiba-tiba jadi baru karena diabaikan kebanyakan. lalu apa namanya? kalau saya menyebut suatu istilah untuk menyimpulkannya, saya pikir saya akan sempit terhadap apa yang saya alami sendiri. apalah itu, tapi dari banyak sisi, termasuk di konteks ini, saya adalah post-modernis sejati, tapi amatiran, nah, kenapa jadi berbelit-belit begini ya? atau barangkali teman2 ada yang mau meminjamkan blender? masukkan saja semua bahan mentah tadi, tekan tombolnya dikecepatan sedang, tidak usah diberi pemanis, setelah cukup halus kita cicipi bersama apa rasanya. itu mungkin nama gaya visual saya. ah, masih saja ribet. saya ga tau ah. dan ga terlalu penting juga buat saya.
moment yang menurut anda paling pas saat melakukan kegiatan seni?
saat sedang sangat sangat bahagia atau sebaliknya, sedang sangat sangat resah dan galau :D. kalau pas nanggung2 yang akan terjadi pada saya bukan berkegiatan seni, paling juga twitteran.
seberapa besar pengaruh musik dalam kegiatan seni anda?
pengaruh musik dalam kegiatan seni rupa saya maksudnya? tidak terlalu berpengaruh jika saya bilang saya tidak harus di temani musik ketika menggambar, saya tidak terlalu menggantungkan mood pada musik. namun musik jadi juga sangat berpengaruh karena ternyata hampir setiap saat saya bermusik, dan apa-apa yang saya beritakan lewat musik saya sangat sering keluar kembali di karya visual saya. musik dan senirupa di apa yang saya lakukan selama ini seperti sebuah perempatan yang sangat sibuk, lalu lalang saling bersimpangan. yang lebih sering terjadi sekarang adalah, senirupa mempengaruhi musik saya.
musik jenis apa yng anda dengarkan saat melakukan kegiatan seni?
musik apasaja dari pemusik siapa saja. yang bisa membuat saya sangat sangat bahagia atau sangat sangat sedih. rentang yang sangat luas di antara hoppipolla-nya sigur ros sampai ace of spades-nya motorhead. ya, hanya perumpamaan saja.
oia balik ke jenny ya :) apakabar jenny hari ini?line up terkini? saya sering membaca di social media ttg FESTIVALIST apa itu?dan hubnya dengan JENNY?
kabar baik, jenny ini dulu anak gadis kecil saya dengan 3 bangsat karib saya yang lain, sekarang jenny lagi di masa pubernya, nakal-nakalnya, sampai-sampai 2 dari kami kecapekan dan memutuskan untuk istirahat mengasuhnya. tinggal saya dan Roby Setiawan, founder jenny yang masih ada di band ini. di tambah dengan 2 anggota keluarga baru. ditinggal dua personil utama adalah kehilangan yang sangat besar, namun juga jadi potensi energi yang tidak kalah hebat. kemudian kami putuskan untuk mengistirahatkan juga nama 'JENNY' sebagai penghormatan kami kepada dua personil yang lebih dahulu mundur. biarlah nama 'jenny' seperti mati saja daripada nanti memudar dan hilang jika ternyata saya dan Roby kurang bisa mengurusnya. nama baru yang kami gunakan adalah FESTIVALIST. nama ini kami dapat sekitar dua tahun lalu, saat itu saya dan robi di pertemukan oleh seorang kurator senirupa, dan ditantang untuk membuat karya bersama, kali ini bukand alam urusan tulis menulis lagu, tapi berseni rupa. tersebutlah nama ini untuk menyebut duo dadakan ini. waktu itu karya kami dipamerkan di pembukaan sebuah galeri di Jakarta. atas sejarah nama tersebut, sejarah panjang band ini, kemudian beberapa kejadian mutakhir yang dialami band ini, ditambah dengan energi yang tidak hilang bahkan semakin membesar, 8 tahun setelah kami bentuk band ini, saya dan Roby memutuskan untuk memakai nama itu mulai dari sekarang. FESTIVALIST, almost rock barely art, benbenan sampai Tuhan tidak berkenan :).
jargon ALMOST ROCK BARELY ART buat FESTIVALIST sendiri itu apa?
jenny itu kebentuknya di kampus senirupa. seperti yang tadi sudah saya bilang, musik (band ini) dan senirupa adalah semacam persimpangan yang sibuk sekali, tidak hanya bagi saya, namun juga bagi personil lain, dan bagi band ini secara utuh. antara kami sengajakan dan memang terbawa dengan sendirinya, apa-apa saja yang kami dapat di kampus seni tersebut tumpah luap di band ini. itu mengapa kami seret si 'ART' di band ini. dan kebetulan musik yang kami mainkan adalah semacam musik ROCK, namun entah dimana letak persisnya rock yang mana. lalu kenapa ALMOST dan BARELY, ini tentang kadar kemampuan kami. band ini harus cukup mawas diri supaya tidak terjebak pada pengkultusan diri sendiri pada hal-hal yang pasti sudah ada yang memuncaki. ALMOST dan BARELY disini bisa juga di samakan dengan softporn, bukan XXX. jadi band ini adalah band yang hampir seperti Art Rock band. Hampir. itu benar-benar kami usahakan dalam segala hal di band ini. karya lagu, artworks, propaganda, stage act, kostum, hampir semuanya. kecuali di manajemen, soalnya manajer band ini anak teknik sipil,dan belum lulus, jadi prinsip manajemen band ini mungkin make kaidah-kaidah beton bertulang atau pondasi cakar ayam.
seberapa penting seni visual bagi FESTIVALIST?
sepenting gary untuk spongebob. kalo ga ada olah visual, FESTIVALIST jadi ga lucu :D. apalagi nama FESTIVALIST sendiri pada awalnya adalah prototipe dari jenny X senirupa. persilangan ini jadi hal yang sangat penting selalu ada di FESTIVALIST sekarang. harga mati.
banyak yang sering bertanya, seberapa besar the Strokes dan the Libertines mempengaruhi musikalitas Jenny?
memang, banyak sekali yang menanyakan. bahkan beberapa sampai menyatakan. sejauh yang saya bisa ingat, adanya tekstur dan rasa libertines dan strokes di band ini adalah dosa saya. saya yang membawa band band era baru ini masuk ke dalam lagu-lagu jenny. jika di lawankan dengan 3 orang lain di band ini yang notabene adalah metalheads di masalalunya, cukup heran juga kenapa banyak orang yang menyimpulkan bahwa band ini sangat terpengaruh dengan referensi tersebut. lebih-lebih lagi, selama 8 tahun, permintaan saya untuk mengcover the strokes hanya di kabulkan sekali (the way it is) dan sekali untuk libertines (time for heroes), dan hanya itu saja. lagu-lagu dari The Ramones malah yang sangat sering kami sisipkan di setlist kami.
apa yang terjadi di dalam band ini hanya kami yang tahu, bahkan ketika ada yang menyebut salah satu lagu kami plagiat dari lagu milik the strokes, kami tidak perlu menyangkalnya, selama kami yakin bahwa band ini tidak pernah menggunakan pola-pola penciptaan karya dengan nama plagiarism. kami punya 1 track berjudul 'manifesto postmodernism' dari album manifesto untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini. tapi saya punya nadar, kalo pete sama carl baikan lagi, trus libertines reunite, saya akan memaksa FESTIVALIST maen cover lagu mereka lagi! atau saya keluar dari band ini!!! :))
manifesto dan album baru..apa yg beda dan prosesnya..?
manifesto adalah album dokumentasi. perlu 6 tahun lebih untuk membuat album itu. adalah album tanpa konsep. selama itu kami hanya membuat dan membuat dan membuat materi tanpa konsentrasi pada konsep. ini kemudian yang jadi inti dari 'manifesto', pencarian identitas band ini, dari banyak sisi. lagipula, menurut kami, jika ada band yang punya album pertama dan bilang album itu punya konsep blablabla dan blabla, ahh.. f**k that!, bullshit. album selanjutnya adalah album pertama FESTIVALIST, dan ini juga tidak akan pernah bisa kami rumuskan dalam sebuah rencana besar konsep atau apapun itu namanya. kemudian apa yang akan beda? energinya, entah akan lebih meluap karena semangat dan darah baru di band ini, atau akan melunak karena saya dan roby sudah 8 tahun lebih tua sejak lagu pertama di manifesto di buat. kami tidak berharap banyak, dan tidak berharap anda berharap banyak atas album ini selanjutnya. well see.
yg ditawarkan dari album baru ini?
ALMOST ROCK BARELY ART
banyak kalangan/media yang sering mengangkat istilah "band daerah", apakah Jenny cukup terbebani dengan hal itu?
tidak, sama sekali tidak, kami tidak di pola-pola tersebut. apapun nama yang di berikan, band daerah, band indie, band cutting edge, atau apapun itu, dengan amat sangat sadar kami tidak ingin disitu. band ini hanya ingin menjadi festivalist pada harafiahnya. berkarya dan mempresentasikan kepada lebih banyak, bersenang-senang, lalu sudah. tentusaja menuju cita-cita besar yang kami juga punya.
apa tanggapan FESTIVALIST tentang free download?
kami menghalalkan free download. 2 single terakhir kami rilis di social media, gratis untuk di unduh. kami pikir tidak ada ruginya bagi kami untuk menggratiskan karya kami, malah yang didapat, karya tersebar cepat dan kemungkinan jangkauan penyebarannya meluas sampai kepada audience baik yang di dalam target maupun yang diluar segmen. tepat untuk band seperti kami yang melakukan distribusi karya sendiri. sementara kami masih bisa menjual merchandise, special packed CD, artworks dan cari uang dari panggung ke panggung sebagai sumber pendapatan band.
5 band lokal yang bro Farid rekomendasikan?
monkey to millionaire, sangkakala (YK), WSATCC, frau (YK), band apapun yang ada jimi multhazam-nya
5 band yang sering bro Farid dengarkan beberapa hari ini?
yeah yeah yeahs, velvet underground, oasis, social distortion, sigur ros
thx bro Farid, any last word?
Bahagia itu Sederhana - terimakasih KVLT
menurut saya, ketiganya jenius di senirupa, dan ketiganya adalah beberapa dari banyak visual artist yang sangat saya sukai. masing-masing saya sukai dengan cara dan alasan yang berbeda. teman-teman pasti lebih tau daripada saya siapa beliau-beliau ini. saya tidak mengambil atau mengimitasi mereka, tapi saya memang 'mencuri' beberapa dari mereka, dan banyak juga dari artist lainnya. bad artist copy, good artist steal, well i dont want to be them, but i want to be good :).
bisa disebut apa gaya seni visual anda?
saya, sebagai seniman visual, adalah campuran kacau dari bahan-bahan ini: graphic design, street art, popart, ditambah setumpuk gaya-gaya visual lain yang saya arsipkan secara tidak sadar di kepala, kemudian bisa tumpah dengan formula yang berbeda-beda di setiap karya. dan saya tidak berhenti di satu ruang nyaman gaya visual, saya bergerak terus. saya suka hal baru, saya suka banyak hal kuno juga yang tiba-tiba jadi baru karena diabaikan kebanyakan. lalu apa namanya? kalau saya menyebut suatu istilah untuk menyimpulkannya, saya pikir saya akan sempit terhadap apa yang saya alami sendiri. apalah itu, tapi dari banyak sisi, termasuk di konteks ini, saya adalah post-modernis sejati, tapi amatiran, nah, kenapa jadi berbelit-belit begini ya? atau barangkali teman2 ada yang mau meminjamkan blender? masukkan saja semua bahan mentah tadi, tekan tombolnya dikecepatan sedang, tidak usah diberi pemanis, setelah cukup halus kita cicipi bersama apa rasanya. itu mungkin nama gaya visual saya. ah, masih saja ribet. saya ga tau ah. dan ga terlalu penting juga buat saya.
moment yang menurut anda paling pas saat melakukan kegiatan seni?
saat sedang sangat sangat bahagia atau sebaliknya, sedang sangat sangat resah dan galau :D. kalau pas nanggung2 yang akan terjadi pada saya bukan berkegiatan seni, paling juga twitteran.
seberapa besar pengaruh musik dalam kegiatan seni anda?
pengaruh musik dalam kegiatan seni rupa saya maksudnya? tidak terlalu berpengaruh jika saya bilang saya tidak harus di temani musik ketika menggambar, saya tidak terlalu menggantungkan mood pada musik. namun musik jadi juga sangat berpengaruh karena ternyata hampir setiap saat saya bermusik, dan apa-apa yang saya beritakan lewat musik saya sangat sering keluar kembali di karya visual saya. musik dan senirupa di apa yang saya lakukan selama ini seperti sebuah perempatan yang sangat sibuk, lalu lalang saling bersimpangan. yang lebih sering terjadi sekarang adalah, senirupa mempengaruhi musik saya.
musik jenis apa yng anda dengarkan saat melakukan kegiatan seni?
musik apasaja dari pemusik siapa saja. yang bisa membuat saya sangat sangat bahagia atau sangat sangat sedih. rentang yang sangat luas di antara hoppipolla-nya sigur ros sampai ace of spades-nya motorhead. ya, hanya perumpamaan saja.
oia balik ke jenny ya :) apakabar jenny hari ini?line up terkini? saya sering membaca di social media ttg FESTIVALIST apa itu?dan hubnya dengan JENNY?
kabar baik, jenny ini dulu anak gadis kecil saya dengan 3 bangsat karib saya yang lain, sekarang jenny lagi di masa pubernya, nakal-nakalnya, sampai-sampai 2 dari kami kecapekan dan memutuskan untuk istirahat mengasuhnya. tinggal saya dan Roby Setiawan, founder jenny yang masih ada di band ini. di tambah dengan 2 anggota keluarga baru. ditinggal dua personil utama adalah kehilangan yang sangat besar, namun juga jadi potensi energi yang tidak kalah hebat. kemudian kami putuskan untuk mengistirahatkan juga nama 'JENNY' sebagai penghormatan kami kepada dua personil yang lebih dahulu mundur. biarlah nama 'jenny' seperti mati saja daripada nanti memudar dan hilang jika ternyata saya dan Roby kurang bisa mengurusnya. nama baru yang kami gunakan adalah FESTIVALIST. nama ini kami dapat sekitar dua tahun lalu, saat itu saya dan robi di pertemukan oleh seorang kurator senirupa, dan ditantang untuk membuat karya bersama, kali ini bukand alam urusan tulis menulis lagu, tapi berseni rupa. tersebutlah nama ini untuk menyebut duo dadakan ini. waktu itu karya kami dipamerkan di pembukaan sebuah galeri di Jakarta. atas sejarah nama tersebut, sejarah panjang band ini, kemudian beberapa kejadian mutakhir yang dialami band ini, ditambah dengan energi yang tidak hilang bahkan semakin membesar, 8 tahun setelah kami bentuk band ini, saya dan Roby memutuskan untuk memakai nama itu mulai dari sekarang. FESTIVALIST, almost rock barely art, benbenan sampai Tuhan tidak berkenan :).
jargon ALMOST ROCK BARELY ART buat FESTIVALIST sendiri itu apa?
jenny itu kebentuknya di kampus senirupa. seperti yang tadi sudah saya bilang, musik (band ini) dan senirupa adalah semacam persimpangan yang sibuk sekali, tidak hanya bagi saya, namun juga bagi personil lain, dan bagi band ini secara utuh. antara kami sengajakan dan memang terbawa dengan sendirinya, apa-apa saja yang kami dapat di kampus seni tersebut tumpah luap di band ini. itu mengapa kami seret si 'ART' di band ini. dan kebetulan musik yang kami mainkan adalah semacam musik ROCK, namun entah dimana letak persisnya rock yang mana. lalu kenapa ALMOST dan BARELY, ini tentang kadar kemampuan kami. band ini harus cukup mawas diri supaya tidak terjebak pada pengkultusan diri sendiri pada hal-hal yang pasti sudah ada yang memuncaki. ALMOST dan BARELY disini bisa juga di samakan dengan softporn, bukan XXX. jadi band ini adalah band yang hampir seperti Art Rock band. Hampir. itu benar-benar kami usahakan dalam segala hal di band ini. karya lagu, artworks, propaganda, stage act, kostum, hampir semuanya. kecuali di manajemen, soalnya manajer band ini anak teknik sipil,dan belum lulus, jadi prinsip manajemen band ini mungkin make kaidah-kaidah beton bertulang atau pondasi cakar ayam.
seberapa penting seni visual bagi FESTIVALIST?
sepenting gary untuk spongebob. kalo ga ada olah visual, FESTIVALIST jadi ga lucu :D. apalagi nama FESTIVALIST sendiri pada awalnya adalah prototipe dari jenny X senirupa. persilangan ini jadi hal yang sangat penting selalu ada di FESTIVALIST sekarang. harga mati.
banyak yang sering bertanya, seberapa besar the Strokes dan the Libertines mempengaruhi musikalitas Jenny?
memang, banyak sekali yang menanyakan. bahkan beberapa sampai menyatakan. sejauh yang saya bisa ingat, adanya tekstur dan rasa libertines dan strokes di band ini adalah dosa saya. saya yang membawa band band era baru ini masuk ke dalam lagu-lagu jenny. jika di lawankan dengan 3 orang lain di band ini yang notabene adalah metalheads di masalalunya, cukup heran juga kenapa banyak orang yang menyimpulkan bahwa band ini sangat terpengaruh dengan referensi tersebut. lebih-lebih lagi, selama 8 tahun, permintaan saya untuk mengcover the strokes hanya di kabulkan sekali (the way it is) dan sekali untuk libertines (time for heroes), dan hanya itu saja. lagu-lagu dari The Ramones malah yang sangat sering kami sisipkan di setlist kami.
apa yang terjadi di dalam band ini hanya kami yang tahu, bahkan ketika ada yang menyebut salah satu lagu kami plagiat dari lagu milik the strokes, kami tidak perlu menyangkalnya, selama kami yakin bahwa band ini tidak pernah menggunakan pola-pola penciptaan karya dengan nama plagiarism. kami punya 1 track berjudul 'manifesto postmodernism' dari album manifesto untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini. tapi saya punya nadar, kalo pete sama carl baikan lagi, trus libertines reunite, saya akan memaksa FESTIVALIST maen cover lagu mereka lagi! atau saya keluar dari band ini!!! :))
manifesto dan album baru..apa yg beda dan prosesnya..?
manifesto adalah album dokumentasi. perlu 6 tahun lebih untuk membuat album itu. adalah album tanpa konsep. selama itu kami hanya membuat dan membuat dan membuat materi tanpa konsentrasi pada konsep. ini kemudian yang jadi inti dari 'manifesto', pencarian identitas band ini, dari banyak sisi. lagipula, menurut kami, jika ada band yang punya album pertama dan bilang album itu punya konsep blablabla dan blabla, ahh.. f**k that!, bullshit. album selanjutnya adalah album pertama FESTIVALIST, dan ini juga tidak akan pernah bisa kami rumuskan dalam sebuah rencana besar konsep atau apapun itu namanya. kemudian apa yang akan beda? energinya, entah akan lebih meluap karena semangat dan darah baru di band ini, atau akan melunak karena saya dan roby sudah 8 tahun lebih tua sejak lagu pertama di manifesto di buat. kami tidak berharap banyak, dan tidak berharap anda berharap banyak atas album ini selanjutnya. well see.
yg ditawarkan dari album baru ini?
ALMOST ROCK BARELY ART
banyak kalangan/media yang sering mengangkat istilah "band daerah", apakah Jenny cukup terbebani dengan hal itu?
tidak, sama sekali tidak, kami tidak di pola-pola tersebut. apapun nama yang di berikan, band daerah, band indie, band cutting edge, atau apapun itu, dengan amat sangat sadar kami tidak ingin disitu. band ini hanya ingin menjadi festivalist pada harafiahnya. berkarya dan mempresentasikan kepada lebih banyak, bersenang-senang, lalu sudah. tentusaja menuju cita-cita besar yang kami juga punya.
apa tanggapan FESTIVALIST tentang free download?
kami menghalalkan free download. 2 single terakhir kami rilis di social media, gratis untuk di unduh. kami pikir tidak ada ruginya bagi kami untuk menggratiskan karya kami, malah yang didapat, karya tersebar cepat dan kemungkinan jangkauan penyebarannya meluas sampai kepada audience baik yang di dalam target maupun yang diluar segmen. tepat untuk band seperti kami yang melakukan distribusi karya sendiri. sementara kami masih bisa menjual merchandise, special packed CD, artworks dan cari uang dari panggung ke panggung sebagai sumber pendapatan band.
5 band lokal yang bro Farid rekomendasikan?
monkey to millionaire, sangkakala (YK), WSATCC, frau (YK), band apapun yang ada jimi multhazam-nya
5 band yang sering bro Farid dengarkan beberapa hari ini?
yeah yeah yeahs, velvet underground, oasis, social distortion, sigur ros
thx bro Farid, any last word?
Bahagia itu Sederhana - terimakasih KVLT
di muat di KVLT magazine #02, foto oleh: moks timofeevic, di ambil di toilet TWICE BAR, bali, setelah FSTVLST maen disana beberapa bulan lalu.
Labels:
KVLT INTERVIEW
20110719
on my way to VELVET UNDERGROUND
Hampir selama 4
bulan terakhir, hanya ada dua album yang selalu terputar ulang dalam rotasi
yang cukup kencang di media player saya yaitu American IV–Johnny cash dan
loaded–The velvet Underground. Satu sore diantara 4 bulan itu, di lounge cotton
crew store, oleh evenue magz saya di beri kesempatan untuk menulis artikel ini.
Buru-buru saya menyebut The velvet Underground untuk coba saya tulis, walaupun
sebenarnya saya tidak terlalu tahu. Alasan saya memberanikan diri, karena saya
juga ingin tahu, ada apa antara saya dengan loaded dan para pembuatnya.
Mulailah kemudian saya mengingat-ingat simpul-simpul yang mempertemukan saya
dengan mereka. Tulisan ini sepertinya akan terasa subjektif, personal, dan lebih
seperti rekaman inderawi saya atas The
Velvet Underground, bukan artikel yang memapar
jelas apa siapa mereka. Toh sudah tidak kurang dibahas bagaimana
brilliannya band ini oleh kritikus music. Google dan Wikipedia sudah pasti
menyajikannya sempurna.
Adalah Andy
Warhol, nabi besar pop art, salah satu artist yang punya campur tangan besar dalam
senirupa saya. Kemudian the strokes, garage revivalist asal New York yang waktu
itu membuat saya berfikir bahwa mungkin saya bisa membentuk sebuah band. Andy Warhol dan The Strokes-lah yang kemudian
menyeret saya masuk ke kerumunan cerita-cerita mereka sampai akhirnya bisa
berjabat tangan dengan The Velvet Underground.
Gambar buah
pisang, berwarna kuning dan hitam, di buat dengan teknik cetak saring (sablon),
tertata diagonal dalam ruang kotak putih, adalah karya Andy Warhol pertama yang
saya temui, adalah cover art untuk album The Velvet Underground &
Nico. Terekamlah nama The Velvet
Underground di benak saya untuk pertama kalinya. Lalu, waktu itu, sembari
mendengarkan lastnite, is this it atau barely legalnya the strokes, di salah
satu wawancaranya, Julian Cassablancas (voc. The strokes) mengatakan bahwa lou
reed-lah (song writer, guitarist, voc The Velvet Underground ) salah satu
alasan dia membentuk the strokes. Reaksi berantainya makin menjadi-jadi di
benak saya, pertanyaan lugasnya: siapa lou reed? siapa The Velvet Underground?
Oke, sekarang
ikuti saya. Pastikan koneksi internetmu berfungsi, dobel klik di browser, Ketik
Wikipedia, tekan enter, lalu ketik ‘The Velvet Underground’ di kotak pencari. Biografi
dan diskografi Tersedia sempurna semua di situ, bahkan majalah musik tersohor
asal britania raya NME pun merujuk ke tulisan Wikipedia ini untuk menyampaikan
biografi The Velvet Underground. Saya coba terjemahkan sedikit dengan bantuan
kamus colongan dari perpustakaan SMA saya dulu. The Velvet Underground, sebuah
band rock Amerika yang terbentuk di New York City tahun 1965, dan aktif sampai 1973. Personilnya Lou Reed (song writer, guitarist,
voc), John Cale (viola), Sterling Morrison (guitarist),
Maureen Tucker (drummer), Nico (voc), Doug Yule (bassist). Dan bla bla bla terusannya,
silahkan anda gali sendiri.
Terlepas dari paparan
biografi, review, atau pendapat kritikus musik yang sudah pernah di tulis, The
Velvet Underground menjadi sangat eksotis dan penting bagi saya atas karya-karya mereka yang hampir selalu bisa berdiri di suatu tempat dalam
teritori musik yang baru, cenderung aneh dan mengejutkan, dan sekali-kali
menggoda saya untuk berani menyebutnya sebagai karya yang revolusioner. Walaupun terminologi ‘baru’ dan ‘revolusioner’
sebenarnya bermakna nihil menurut cara pandang saya. Namun, baik secara sadar dalam
berproses maupun dengan keberuntungan dan kebetulan-kebetulannya, The
velvet Underground
akhirnya bisa menjejakkan mesin eksplorasi mereka ke suatu dataran baru yang
belum pernah di singgahi oleh orang lain. The Velvet Underground mencoba
mendefinisikan kembali batas-batas luar music rock, sekali lagi, menghasilkan
sesuatu yang belum pernah di coba oleh orang lain. Bahkan di kurun waktu itu (pertengahan
sampai akhir60-an), masa resesi dunia (kurang lebih di karenakan perang amerika
vietnam) yang kemudian memicu terjadinya pergerakan budaya besar-besaran untuk
melawan perang (hippie, flower generation), di ikuti dengan dengan kemunculan
band, musisi dan perhelatan penting perumus
sejarah musik dunia dalam kadar yang sangat eksplosif. Sebut saja the beatles,
the who, the doors, jimi Hendrix, pink Floyd, the stooges, the grateful dead, the
rolling stones, bob Dylan, David Bowie, Woodstock festival, dan sekarung penuh
penanda-penanda lain. The Velvet Underground diam-diam menyeruak kuat dari
bawah tanah New York, dengan kawalan penuh dari Andy Warhol, menyuarakan berita-berita
tentang drugs, kaum transgender, kaum gay. Sesuatu yang belum pernah di
perdengarkan oleh music rock sebelumnya, juga sesuatu yang atas ukuran adab,
norma dan budaya waktu itu diangap menyimpang, namun sebenarnya sangat ada dan
sangat nyata terjadi. Yang menarik kemudian, ketika pergerakan dan perlawanan
yang di lakukan oleh para hippies dengan bahasa psikadeliknya kemudian menjadi semacam
‘populer’ dan seakan menjadi arus utama pergerakan budaya, The Velvet Underground
melakukan perlawanan yang serupa, namun dengan bahasa yang berbeda, dengan cara
yang lebih mutakhir, dengan gerak yang lebih edgy. Menjadi cukup satir jika
kemudian saya berpendapat bahwa sekarang kita berada di lingkungan budaya yang
di penuhi oleh ‘para ingin menjadi seperti’ dan ‘para brilian dengan citra
curian’, yang cukup puas dengan pencapaian-pencapaian stagnan, dan tidak
sekalipun resah terhadap perubahan.
Intensitas yang dalam mencari
karakter dan perwajahan The Velvet Underground dengan berbagai cara
berkarya yang di kerjakan dengan eksperimen-eksperimen yang keluar dari kotak
kebiasaan. Percobaan-percobaan teknis dengan alat musik mereka lakukan sejak
album debut sampai karya-karya terakhirnya. mencampur aduk bahan mentah
bunyi-bunyian itu dengan cara yang tidak jamak namun selalu dalam takaran yang
tepat untuk mencari identitas bunyi The Velvet Underground yang distinctive dan istimewa. John Cale menyebutnya dengan memainkan ‘3
chord rock’ yang tersohor itu dengan cara ‘1 chord rock’, kemudian di timpali
dengan efek ‘drone’ atau dengung yang
di dapat baik dari rythim guitar riff lou reed atau permainan viola-Nya yang
sangat terbaca di dua album pertama mereka. Abum debut ‘The
Velvet Underground
& Nico’ (1967), karakter musiknya semakin kuat dengan vokal yang rata, pucat
dan suram dari nico reed, dalam tabuhan drum sederhana dan ajek, di ulang
ulang. Konon album ini di rekam dalam waktu dua hari saja. Lalu album ‘White Light /
White Heat’ (1968)
The Velvet Underground berusaha menjejalkan lebih banyak oktan energi dan di
keluarkan dengan suara gitar yang mentah. Tidak berhenti, masih banyak ramuan ajaib
di album-album mereka berikutnya. Rolling Stone menasbihkan debut The Velvet Underground & Nico sebagai salah satu album rock terbesar dan sepanjang masa.
Beberapa track penting dari album ini, ‘I'll Be Your Mirror’ sebuah lagu
aneh tentang yang dinyayikan oleh nico (penyanyi wanita asal jerman) dengan
sangat menyihir, lagu ini aneh dan eksentrik. ‘Heroin’, track yang secara
bangunan suara lebih ‘normal’ di banding track lain di album ini, namun sekali
lagi menjadi ‘tidak normal’ karena tema
tulisan lou reed. Lou reed menulis dengan sangat absurd dan bebas, ini tak
lepas dari peran Andy Warhol. Lou reed sendiri bilang bahwa tanpa andy Warhol,
velvet underground mungkin tidak akan terdengar seperti itu. Sebagai figur
sentral dari pergerakan seni avant garde waktu itu, Andy Warhol punya posisi
tawar super kuat atas label rekaman,
produser, atau bahkan siapapun untuk tetap menjaga The Velvet underground tetap
seperti bagaimana seharusnya mereka. Andy-lah yang mendapatkan kontrak rekaman
debut album The velvet Underground, dan Dia memastikan The Velvet Underground
membuat lagu, menulis, merekam, dan membuat debut ini, persis seperti apa yang The
Velvet Underground inginkan, tanpa campur tangan dari pihak manapun. Jangan
lewatkan juga track-track seperti Sunday Morning, I waiting for my man, Rock n
roll, cool it down.
The Velvet Underground,
atas mentahnya mereka, dan atas keberanian mereka menjelajahi batas-batas luar
dalam berkarya, memberikan cetak biru pola berkarya yang sudah seharusnya di
lakukan oleh seniman, musisi, band, atau
siapapun kita dan apa yang kita lakukan. Menjadi murni dan bebas. Saya rasa hal
inilah yang membuat saya kasmaran dengan The Velvet Underground. Menjadi murni
dan bebas.
Tulisan ini dimuat juga di EVENUE MAGZ #02
Labels:
VELVET UNDERGROUND
20110718
JUICIDE - juice bar - sultan agung no 5 bdg
Dua karib, Fandi dan Beben yang sehari-harinya saling
tantang dengan gulungan kain, benang, gunting, mesin jahit, pola baju dan
segala sesuatunya di rumah produksi garmen di salah satu ujung jalan tikus
pedalaman antapani bandung. Satu anak langit yang terkaruniai kebisaan olah
rasa yang sudah mengabdikan sepuluh tahun terakhirnya untuk membangun beberapa
kastil pasir di jogja dan kalimantan. Kemudian satu bangsat pekerja seni
rendahan berumah di jogja. Empat kepala dan sejarah panjangnya dengan alcohol
dan dosa masing-masing, menyumbang keinginan untuk membuat suatu usaha
beverages berupa juice bar.
Adalah JUICIDE sebutannya. Dengan batubata dan kayu, berkolaborasi
dengan kang Asep (seniman batu dan kayu) kami membangun sebuah bar kecil di
salah satu ruang parkir di pinggir jalan Sultan Agung No.5 Bandung dan
menghiasnya dengan beberapa panel artworks farid stevy asta - liberated studio
YK, yang juga mengerjakan seluruh visual identity design JUICIDE.
Duduk di kursi bar, menyaksikan Chef dan Juice Maker
Gogon meracik teliti buah - sayuran - susu - gula - es dan yoghurt untuk
membuat juice yang sangat segar sekaligus nikmat, mendengarkan lagu-lagu yang
hampir seperti rock dan hampir seperti seni, untuk mengawali - mengisi - dan mengakhiri
hari, adalah apa yang ditawarkan oleh JUICIDE. Basic juice ( fruit + rock +
sugar ), mixed fruit ( fruit + fruit + rock + sugar ) dan smoothies ( fruit +
fruit + rock + sugar + milk/yoghurt ) adalah macam sajian JUICIDE yang di
turunkan dari kurang lebih 15 jenis buah segar (Banana, Grape, Orange, Kiwi,
Melon, Watermelon, Strawberry, Apple, Manggo, Carrot, Pear, Avocado, Papaya, Pineapple,
Dragon Fruit) dan sayuran terpilih yang di padu padankan rasanya menjadi
sekitar 30an nama menu.
Warhol adalah basic banana juice, Religions adalah
basic avocado juice, kemudian Real Lover, 100% Goodness, Alright, Campbell, a
Brighter Future, Low Art, Bloody Thirsty, Believe, Moon River dan Fake Friends
adalah basic juice yang lain. Fuck Forever adalah mixed Grape, Kiwi, Orange,
Strawberry juice. Mixed fruit yang lain bernama New York – London, White Riot,
Neon Dare, Happy Monday, Spanish Bomb, Kill Kill, 15 Minutes Fame, L.I.E. dan So Dead. Dan kemudian ada smoothies
banana, milk dan yoghurt bernama Blonde Banana Blonde. Smoothies lainnya: Working
Class, Basquiat Is Dead, Miserable Heaven, Liberated Studio, Mars Family, Bang
Bang Youre Dead, Envy, Nothing Last Forever, dan Live Once. Mencicipi setiap
dari menu tadi adalah hal yang harus anda lakukan sebelum anda mati, bukan
apa-apa, tapi setidaknya anda menghadap Tuhan dengan badan sehat dan segar :)
JUICIDE juice bar – deadly refreshers, Jl. Sultan Agung no. 5 Bandung,
twitter: @JUICIDE
Labels:
JUICIDE
20110714
chicks &lads - born day
![]() |
| the original - pencil and ink sketch on paper - my baby was born |
![]() |
chicks &lads cut and paste sticker set no. 01
|
Kembali ke masa kuliah saya, sekitar 6-7 tahun lalu, adalah
ketika saya masih sering membuat karya di jalan, di tembok-tembok kota Yogyakarta,
bersama rekan-rekan, yang waktu itu juga masih sangat sedikit jumlahnya yang
seperti kami. Jalanan mempertemukan saya dengan senirupa dengan lebih gamblang, street art adalah
nama yang menjadi penyebutnya. Salah satu wajah saya di jalanan adalah 2
karakter ini, Chicks &Lads. Chiks si wanita, &Lads si laki-laki. Setelah kelahirannya lewat pensil, tinta dan
kertas, karakter ini terpapar lewat berbagai cara lain seperti mural, stencil, wheatpasting, sticker. Sempat
juga saya bawakan di beberapa pameran senirupa dalam gallery. Sedikit demi sedikit gambarnya akan saya
posting, beserta dengan segala ceritanya.
Salah satu yang pernah dibuat adalah sticker set yang saya bagikan gratis
kepada teman-teman dalam bentuk lembaran utuh, dengan garis putus-putus mengelilingi gambar-gambar, agar meraka mengguntingnya
sendiri dan menempelkannya dimanapun meraka suka. ini termasuk kemunculan Chiks
&Lads yang paling pertama, adakah dari anda yang memilikinya?
Chiks &Lads akan mendapatkan Tag tersendiri di blog ini,
mengingat penuhnya kotak memori dua orang (karakter) ini yang akan saya bagi,
nanti-nanti.
Labels:
CHICKS LADS
#thisishowpeopledeadinmycountry,recently
saya membuat karya ini untuk HUFF online magazine #02, tahun 2010. apa yang kemudian terpaparkan dibawah ini sebagai konsep karya merujuk pada apa yang waktu itu sedang terjadi dan saya rekam lewat gambar-gambar ini.
Adakah yang dapat
menjelaskan dengan lugas mengapa hal-hal ini terjadi di Indonesia? Mengapa tiba-tiba
selebriti ramai-ramai berpolitik? tiba-tiba panggung musik di televisi selalu
berisi serombongan pemusik berdarah pribumi bertabiat melayu? pemuda-pemudi
tanggung seantero nusantara tiba-tiba berseragam kaos gambar makhluk buruk
rupa? Mengapa hastag-hastag domestik (seperti ariel peterporn - keongracun -
sawityowit - pongharjatmo - IMB - harmoni) seringkali menjadi topik terpopuler
(trending topic) di jejaring sosial kelas global?
Dengan pertanyaan
yang sama, mengapa tiba-tiba tubuh tidak bernyawa jadi makin sering di temukan
dalam versi ‘terpotong-potong’? Saya
tidak dapat menjawabnya, tapi mungkin begitulah tren cara orang Indonesia mati,
belakangan ini. Semacam trending topic di twitternya para psikopat Indonesia.
Labels:
FOR HUFF MAGZ
20110707
visual identity design - maicih
pertemuan saya dengan bob dan mei (pemilik maicih) pertama kali di sebuah eksebisi dan premium fashion brand expo di bandung. saya datang untuk membuat visual merchandise (VM) untuk brand Affairs. beberapa gerai food & beverages juga tergelar di tengah area eksebisi, dua diantaranya dalah Garden Juice dan Maicih (produk makanan ringan keripik singkong pedas) yang mendapat stan berdampingan. saya kebetulan ikut membantu membuat VM Garden Juice, dan 2 hari pertama expo saya juga ikut 'ngeblender buah' dan melayani pembeli bareng karib saya gogon (barista Garden Juice). setelah beberapa pertemuan berikutnya beserta obrolan-obrolan tentang banyak hal, postmod, berkesenian dan lain-lain, bob dan mei kemudian mempercayakan saya untuk merancang ulang identitas visual produk mereka. pada saat yang sama, brand ini sedang mendapatkan ekspos yang luar biasa dari berbagai kalangan karena keberhasilan brand building mereka, dan juga karena ada pihak lain yang mengklaim keaslian brand ini.
umur brand ini memang belum terlalu lama, namun telah mendapatkan marking yang sangat kuat di mata konsumen. dalam kondisi seperti ini, project ini jadi bertambah tingkat kesulitannya. variabel ukurnya menjadi lebih banyak daripada sekedar membuat logo untuk brand baru. setelah beberapa kali brainstorming dengan bob dan mei, ditambah riset kecil-kecilan saya atas brand ini, saya kemudian merancang ulang logo beserta kemasannya.
pada logo awal, sosok 'maicih' ditampilkan menghadap ke samping dengan latar belakang paduan beberapa ornamen visual. beberapa hal esensial logo tersebut tetap saya bawa ke logo baru, yaitu sosok 'maicih' yang kali ini menghadap kedeapan dan pita dengan tulisan nama brand 'maicih' dibawahnya dengan pendekatan visual yang lebih sederhana. logo ini saya paparkan dengan berbagai kemungkinan aplikasi layout. sosok 'maicih' nya tampil dalam 3 bentuk (kepala, torso, dan sebadan penuh), yang bisa digunakan sesuai dengan keperluan yang berbeda. logo utama ini kemudian saya saya komprehensifkan pada perancangan kemasan produk, yang pada awalnya menggunakan plastik saja, menjadi kombinasi antara pemakaian material plastik, tas kertas dan sticker. pada kesempatan yang lain, saya sempat membantu maicih pada lauching produknya di Jogja, waktu itu saya membuat serangkaian artworks dengan tema 'launching maicih palsu'.
Labels:
MAICIH LOGO
festivalist's gigs poster
jenny, band saya, atas satu dan dua hal yang sangat kami pikirkan bersama, memutuskan untuk berganti nama menjadi FESTIVALIST. ini adalah 3 poster pertama untuk nama baru tersebut. kami cetak sablon dalam jumlah yang sangat sedikit (40 lembar), dan kami bagikan gratis kepada teman-teman yang datang panggung kami. dan kami akan selalu membuat poster ini untuk setiap pertunjukkan selanjutnya.
jenny, my band, for one and two things decide to change its name to FESTIVALIST. This is the third first poster for the new name. screen printed in very few quantities (40 sheets), and we distribute free to friends who come our stage. and we will always make poster for each performance.
Labels:
FSTVLST POSTER
20110609
20110601
URGNTSNDS URGNTSLNC - the artworks
Tema sedehana yang saya bawa dalam seri karya pameran URGNT SNDS URGNT SLNC ini adalah 'pendoa pendosa' atau 'prayer sinner' yang terpapar dalam 9 karya canvas collage & acrylic on canvas, 3 karya canvas collage & acrylic on used skateboard wooden deck, 4 karya screen print on canvas, 4 karya screen print on paper (12 duplicate each) dan sebuah mural yang proses pembuatannya di videokan oleh Nikko Karki, staff deus pada malam persiapan pameran di Deus Ex Machina. Video tersebut dapat di lihat di tautan ini. kemudian di bawah ini adalah beberapa dari karya tersebut.
![]() |
| Dosa Kuasa, 195 x 145 cm, canvas collage & acrylic on canvas, 2011 |
![]() |
| Two Headed Sinner, 195 x 145 cm, canvas collage & acrylic on canvas, 2011 |
![]() |
| Sinner Prayer, 150 x 150 cm, canvas collage & acrylic on canvas, 2011 |
![]() |
| God - Warhol, 90 x 80 cm, canvas collage & acrylic on canvas, 2011 |
![]() |
| Prophet - Basquiat, 90 x 80 cm, canvas collage & acrylic on canvas, 2011 |
![]() |
| Slave - Farid, each 90 x 80 cm, canvas collage & acrylic on canvas, 2011 |
![]() |
| God Prophet Slave, canvas collage & acrylic on used skateboard wooden deck, 2011 |
Labels:
URGNTSNDSSLNC
URGNTSNDS URGNTSLNC - the making
24 maret 2011, saya berpameran tunggal lagi untuk yang kedua kalinya, berjudul URGNT SNDS - URGNT SLNC. setelah yang pertama pada tahun 2008. Kali ini saya mempresentasikan kurang lebih 18 artworks berupa painting di media kanvas dan papan skate, screen print, mural dan sekalian bersama jenny mengadakan pertunjukkan disana. Bukan sebuah solo eksebisi yang ideal jika ukurannya adalah berbulan-bulan persiapan pembuatan karya, di wacanakan oleh kurator seni papan atas atau di helat di galeri seni yang agung. Karena yang terjadi adalah, persiapan pembuatan karya yang hanya 10 hari, tanpa kurator, dan di gelar di Deus Ex Machina, Bali, yang notabene adalah bengkel custom motor. Tapi kemudian atas hal-hal yang tidak sewajarnya tersebut, ini menjadi sangat berarti bagi saya. ini yang ingin saya buat, mencoba pola baru berpameran, sedikit diluar kebiasaan kebanyakan.
Adalah Kim Randall (dulu adalah manajer kendra gallery bali) yang pertama membawa saya ke bali pada eksebisi Indonesia Disjuction di kendra gallery, akhir 2010. Salah satu karya saya dipinang oleh ibu Susi Johnston dan satunya lagi oleh Ibu valentina. karena di pameran tersebut lukisan saya presentasikan beserta mural di belakangnya, kemudian mengharuskan saya juga membuat mural di dinding rumah ibu Susi dan ibu valentina di Bali. di saat kami bertiga sedang mempersiapkan rencana project tersebut, tiba-tiba ada ide dari ibu susi untuk membuat pameran tunggal kecil saya di Deus. kebetulan sekali, Ibu Susi kenal dekat dengan Pak Dustin Humphrey, owner Deus, seorang photografer surfing dengan karir gemilang dan mempunyai karya yang sangat mengagumkan. Dan begitu saja kemudiaan pameran ini terselenggara.
![]() |
| mba Kim, mba Susi, mas Dustin |
ini adalah salah satu dari sekian banyak email yang dikirim ibu Susi, sebuah email tantangan keberanian :)
hi farid,
i just talked to dustin, the owner of deus. he wants to do an exhibition of your work (graphic, street, painting, whatever) immediately. CAN YOU DO IT? the show must open before the end of march.please don't worry, we can help you take care of any problems with expenses, travel, whatever. the main thing: CAN YOU DO IT ?
the gallery space is not so big, but you must make it rock, visually, and you can.if you want, i see two paintings, at each end of the gallery, and on the side walls, about fifteen smaller graphic works, band posters, graphic messages, prints, whatever, your best graphic work, the most provacative and strong, mounted, framed (we can help with that). please tell me if you can
and if Jenny can come and do an unplugged (semi-unplugged) set at deus and jam with the best here, that would be great. please be aware, there is an international pro surf competition right there in canggu, with center at deus, from april 1 to april 14. this is a great opportunity to be seen by the world, by the good world. please if you can, let's make a show opening in march, and going on until the end of april, and let's have one or two nights of jenny jam at deus don't be stressed about logistics. just pick the art, pick the day to come, and we will do it all together.
with lots of love, Susi
dan atas email tersebut, saya yang seperti, whoaaaa, pasti bercanda nih. saya baca ulang sekali lagi, dan tanpa pikir panjang saya jawab lantang dengan email pendek, terketik dalam huruf besar semua, berbunyi: FOR GOD SAKE YES I WILL DO IT! OFF COURSE! WHY NOT! :)
yang sangat saya ingat waktu itu, saya pikir saya masih punya waktu sekitar 20 hari menuju tanggal yang di rencanakan, dan ternyata salah, setelah 2 hari memulai berkarya, itu sudah 8 hari menuju tanggal tersebut. hhaha, fak! tapi saya tidak berhenti. saya bekerja dan bekerja selama sisa haritersebut tanpa berhenti, hampir bisa dibilang tanpa tidur, dan pasti tanpa mandi. bahkan di hari terakhir sebelum pembukaan pameran, saya tiba di bali jam 12 siang dan langsung bekerja menyelesaikan karya dan display sampai jam 5 pagi sampai akhirnya selesai dan saya bisa mencicipi tidur lagi.
awal sempurna dari Kim, tantangan dan semangat dari Ibu Susi, dukungan dari teman dan keluarga, dukungan penuh dan kebaikan hati dari pak Dustin dan seluruh keluarga Deus Ex Machina Bali, dan keinginan saya untuk berkarya lagi dan lagi, dan semua orang yang datang ke deus berantusias bersama di Deus adalah formula hebat untuk menjadikan untuk eksebisi ini terjadi. Resah dan bahagia saya rasakan di saat yang sama saat itu, itu yang saya percayai sebagai seni. lalu apalagi? tidak ada lagi yang penting kemudian.
Labels:
URGNTSNDSSLNC
20110531
hit the road volume 01 poster
Kembali ke beberapa tahun lalu, jenny bersama Nervous, Savior dan Cangkang Serigala, keempatnya dari YK berkomplot dengan beberapa teman penggiat scene musik bawah tanah kota surabaya untuk membuat acara pertukaran band. di mulai dengan volume pertama ini, kami dari YK disambut hangat oleh lima band dari surabaya. Polka Polizei, Terbujur Kaku, Nobodies, Hi! mom dan Others. rombongan dari YK berangkat naik kereta. ratusan kilometer rel sepur antara stasiun tugu YK dan stasiun gubeng Surabaya, dan semalam suntuk saling berbagi cerita adalah apa kemudian yang terjadi.
Back to a few years ago, this YK bands: Jenny, Nervous, Savior and Cangkang Serigala, conspiring with some our friends from Surabaya's underground music scene to make an exchange gigs. started with this first volume, we were greeted warmly by five bands from surabaya. Polka Polizei, Terbujur Kaku, Nobodies, Hi! mom and Others. Hundreds of kilometers of rail tracks between Tugu Stations YK and Gubeng Surabaya, and 'all night sharing stories gigs' is what then happens next.
Labels:
HIT THE ROAD
burn the dancefloor poster
Lucky, nama satu teman saya lagi, menjalankan bisnis fashion outlet (distro) di Bali dan YK bernama PIMP. Mengadakan acara pertunjukkan band dan DJ. diberi judul Burn The Dancefloor - Part 02. Saya membantu membuat poster ini. untuk membuat lantai jogetnya terbakar, pasti perlu pemicu apinya. ini dia.
Got this friend, named Lucky, he run a fashion outlet business outlet at Bali and YK called PIMP. one day, he organized a band and DJ performances show, titled Burn The Dancefloor - Part 02. I made this poster. Well, to set dance floor on fire, need a trigger, this is it.
Labels:
BURN THE DANCEFLOOR
20110528
neo erotika
![]() |
| neo erotika 01 - 150x150, acrylic on canvas, 2008 |
![]() |
| neo erotika 02 - 150x150, acrylic on canvas, 2008 |
Erotisisme (bahasa Inggris: eroticism) adalah suatu bentuk estetika yang menjadikan dorongan seksual sebagai kajiannya, bukanlah sekadar menggambarkan keadaan terangsang, melainkan mencakup pula segala bentuk upaya atau bentuk representasi untuk membangkitkan perasaan-perasaan tersebut. Erotik adalah bentuk dari ekspresi erotisisme. Ekspresi dari erotisisme diistilahkan sebagai erotika, yang dapat berupa mimik, gerak, sikap tubuh, suara, kalimat, benda-benda, aroma, sentuhan, dan sebagainya; serta
kombinasinya - dari wikipedia.
Menjadi terangsang, ereksi atau ngaceng menurut saya tidak harus dengan alasan seksual. Di jaman dimana saya dan kita sangat dimanjakan dengan ketersediaan benda-benda di etalase-etalase toko, bertatapan dengan laptop berlogo apel keluaran terbaru yang menawarkan ini itu, atau sneaker basket vintage yang menjanjikan ini itu, ternyata cukup membuat dada saya berdegup lebih kencang daripada biasanya, dan kemudian diikuti dengan sensasi fisik dan psikis lain yang menurut saya sangatlah mirip dengan erotisme dalam konteks seksual. Saya masih bisa 'ngaceng' secara normal, menjadikan hali ini menjadi sebuah erotika baru bagi saya. Apakah anda pernah juga merasakan hal yang sama?, atau saya saja yang ternyata konsumeris dan 'ngacengan' ?
Labels:
NEO EROTIKA
20110527
the wonosari (bagi single gratis)
![]() |
| moki 28, singgih 29 dan farid 29, asal wonosari |
the wonosari, band projekan dengan konsep garage rock bangga suka desa. Bersama singgih purnomo (gitar) dan prihatmoko moki (drum), saya menulis dan bernyani di sini. tapi tidak seperti di jenny yang sedikit sok serius walaupun sebenarnya remeh, di the wonosari saya benar-benar 'nggombal'. dari lima lebih lagu yang kami punyai, 10 diantaranya adalah lagu yang disesaki dengan rayuan gombal laki-laki pedesaan yang sedang jatuh cinta. Ini tidak kami sengajakan menjadi konsep berkarya atau apalah itu, keceriaan kami saat berlatih di studio atau bertemu makan bersama di angkringan, menyadarkan betapa romantisnya kami bertiga, kami jadi tidak kaget jika kemudian roman-roman cinta ndeso yang keluar di lagu-lagu kami. lalu mengapa the wonosari namanya? satu: karena kami bertiga bertumpah darah wonosari (gunungkidul). dua: karena kami bangga menjadi orang wonosari. tiga: karena terlalu banyak orang wonosari, terutama anak mudanya, yang malu menjadi wonosari. empat: fuck you orang-orang di poin nomer tiga, fuck fuck fuck you fuckin fuck. lima: siapa tau, bupati gunungkidul menunjuk band ini sebagai duta gunungkidul untuk urusan seni budaya pariwisata, dan sebagai rintisan awal saya menuju kursi GK1 :)). salah satu lagu yang sudah terekam berjudul 'you wanna stars well i'll give you the universe' (2007) direkam live. Bisa anda unduh disini. Band ini projekan yang super serius, seserius kami menamainya, seserius kami bangga menjadi orang desa. wonosari belong to me!.
Lirik - you wanna stars? well i'll give you the universe - if you wanna stars and i will really get the stars for you, if you wanna sun then i will really get the sun for you, if you feel sad and lonely i will be there beside you, just look at me now. as you see i just wanna make you happy, as you see, well i just wanna make you happy. cause i just wanna stay with you, still wanna stay with you, always wanna stay with you, and i want you to know that i love you. if you wanna stars, i'll give you the universe, if you wanna morning, i'll give you the whole day. if you feel sad and lonely i will be there beside you, just look at me now. as you see i just wanna make you happy, as you see, well i just wanna make you happy. cause i just wanna stay with you, still wanna stay with you, always wanna stay with you, and i want you to know that i love you, like always i do.
hoeeeeekkkkkk, begitulah saya ketika datang waktu nggombalnya. selamat muntah :))
Labels:
THE WONOSARI
20110526
honey, i want this and that and this
![]() | ||
| honey, i want this and that and this I, 150x150, Acrylic On Canvas, 2010, shown at SooBin Art Gallery Singapore |
![]() |
| honey, i want this and that and this II, 150x150, Acrylic On Canvas, 2010, shown at SooBin Art Gallery Singapore |
Labels:
THIS AND THAT
20110417
URGNT SLNC - URGNT SNDS (video by Nikko Karki)
![]() |
| snapshots from the video |
akhir maret 2011, tiba-tiba saja saya sudah berada di bali. atas inisiasi ibu susi johnston, saya mendapatkan kesempatan luar biasa untuk memamerkan karya rupa terbaru saya di deus ex machina - bali. ya, karya terbaru, karena saya menyiapkan sekitar 15 karya (acrylic and collage canvas on canvas, acrylic and colage canvas on skate boad deck, screen print on canvas and paper, wall painting) dalam waktu 10 hari yang saya kerjakan di liberated studio di Yogyakarta. beberapa karya saya kirim ke bali dalam kondisi belum selesai. saya sampai di bali sehari sebelum pembukaan pameran (24 maret). sesampai di bandara ngurah rai, saya di jemput oleh mas yanto (staf deus) dan langsung di bawa ke deus.mampir sebentar di terminal ubung untuk jemput dieto (assisten saya) yang berangkat membawa cat dan peralatan ke bali dengan bus. setelah sampai deus, saya di perkenalkan dengan pak dustin humphrey, pemilik deus, yang kemudian mengajak saya berkeliling deus. kemudian lanjut makan siang sebentar, dan langsung memulai menyelesaikan karya, mendisplay dan membuat mural, yang saya kerjakan dari sekitar jam 2 siang sampai pagi jam 7 tanpa berhenti. ini yang terjadi di ruang gallery malam itu. persiapan pameran saya tunggal saya URGNT SLNC - URGNT SNDS (urgent silence - urgent sounds). semalaman penuh, Nikko Karki (staff deus - video maker) menemani saya, dan membuat video ini. silahkan di nikmati. terimakasih banyak Nikko, terimakasih.
Click here , go to the video at vimeo.com
End of March 2011, suddenly I was in Bali already. with the initiation from Ms. Susi Johnston, I got this incredible opportunity exhibited my latest art work in deus ex machina - bali. yes, really recent work, because i prepared about 15 works (acrylic and canvas collage on canvas, acrylic on canvas and collage boad skate decks, screen print on canvas and paper, wall painting) all of it within 10 days. i worked most of it at liberated studio in Yogyakarta. some of my work send to bali unfinished. I arrived at Bali a day before the opening of the exhibition (24 March). Arriving at Ngurah Rai Airport, I was picked up Mr. Yanto (deus staff), he take me to deus. stop by at ubung bus station to pick dieto (my assistant) that went to bali, along with the paint and equipment by bus. arrivig at deus, I was introduced to Mr. Dustin Humphrey, deus owner, who then took me around deus. after have a lunch, im starting finish the unfinished work, displaying and making murals (wall painting), which I did from about 2 pm until the 7 am nonstop. This video shows what happened in the gallery that night. the preparation for my solo exhibition 'URGNT SLNC - URGNT SNDS' (urgent silence - urgent sounds). all night long, Nikko Karki (staff deus - the video maker) accompanied me, and made this video. please enjoy. thanks alot Nikko, thank you very much.
End of March 2011, suddenly I was in Bali already. with the initiation from Ms. Susi Johnston, I got this incredible opportunity exhibited my latest art work in deus ex machina - bali. yes, really recent work, because i prepared about 15 works (acrylic and canvas collage on canvas, acrylic on canvas and collage boad skate decks, screen print on canvas and paper, wall painting) all of it within 10 days. i worked most of it at liberated studio in Yogyakarta. some of my work send to bali unfinished. I arrived at Bali a day before the opening of the exhibition (24 March). Arriving at Ngurah Rai Airport, I was picked up Mr. Yanto (deus staff), he take me to deus. stop by at ubung bus station to pick dieto (my assistant) that went to bali, along with the paint and equipment by bus. arrivig at deus, I was introduced to Mr. Dustin Humphrey, deus owner, who then took me around deus. after have a lunch, im starting finish the unfinished work, displaying and making murals (wall painting), which I did from about 2 pm until the 7 am nonstop. This video shows what happened in the gallery that night. the preparation for my solo exhibition 'URGNT SLNC - URGNT SNDS' (urgent silence - urgent sounds). all night long, Nikko Karki (staff deus - the video maker) accompanied me, and made this video. please enjoy. thanks alot Nikko, thank you very much.
Labels:
URGNTSNDSSLNC
20110416
Flea
Perkenalkan adik saya satu-satunya, Flea Auraryan Asta. umur 6 tahun (foto ini diambil 2 tahun lalu). dia 23 tahun lebih muda dari saya. Saya yang menamai dia Flea, yeaa, flea, saya mendapat nama itu dari nama bassist red hot chilli pepper yang gila itu. nama tengahnya 'auraryan' adalah pemberian bapak ibu, sedangkan 'asta' adalah nama keluarga. pada saat kami sekeluarga berkumpul untuk memberi nama, bapak saya bertanya, apa arti kata 'flea'? saya kemudian jawab saja, artinya 'ganteng'. (flea: kutu *dalam bahasa inggris) :)). dia doyan menggambar, tidak di buku gambar, tapi di tembok rumah kami. dia punya 'sesuatu' dalam gambarnya, saya pikir dia akan jadi seniman suatu saat nanti.
Meet my bro, Flea Auraryan Asta. 6 years old (this picture was taken 2 years ago). 23 years younger than me. I gave him his first name, Flea, yeaa, flea, I got that name from the the Red Hot Chilli Peppers crazy bass player. my parents gave him the middle name 'auraryan', while 'asta' is our the family name. when our family gathered to give a name, my father asked my, what does the word 'flea' mean? i then replied, its mean 'handsome' :)). he drawing a lot, not in his drawing books, but in our house walls. he had 'something' in what he draw, I think he'll be an artist someday.
Labels:
BAHAGIA ITU SEDERHANA
20110415
jenny posters
beberapa poster yang saya buat untuk jenny. biasanya dibuat hanya sehari atau dua hari menjelang pertunjukkan, membuat tukang sablon yang mengerjakannya selalu harus lembur untuk menyelesaikannya tepat waktu. di buat dalam jumlah yang hanya sedikit sekali, kemudian di bagikan dari atas panggung sebagai cinderamata yang bisa di bawa pulang oleh penonton, menempelkannya di dinding kamar, atau membuangnya ke tempat sampah di dekat loket tiket setelah konser usai :)
some posters I made for jenny. usually made only a few days before the gigs, make the 'screen-print-man' always have an overtime to finish on time. made in very few numbers, then we just throw it to the audience. as a souvenir, maybe they bring it home and stick it on their bedroom wall, or just throw it in the trash next the ticketbox, once the lights goes out and concert ended.
Labels:
FSTVLST POSTER
20110412
LIE TV
![]() |
| LieTV 01 - spraypaint stencil on canvas - 2007 - 150x130cm |
![]() |
| LieTV 01 - spraypaint stencil on canvas - 2007 - 150x130cm |
dua karya ini saya buat tahun 2007, berjudul LieTV 01 dan LieTV 02. stensil cat semprot di atas kanvas. LieTV 01 di beli oleh seorang Ibu asal Amerika (lupa namanya, datang bersama kurator Sudjud Dartanto), beliau bilang beli karya ini untuk di berikan ke anak perempuannya yang sedang keranjingan nonton American Idol. waktu itu Ibu ini datang ke LIB studio, tempat saya bekerja, lukisan ini baru saja selesai, masih basah, dia kemudian mengambil kursi, duduk 5 meter menghadap lukisan ini, dan menghabiskan waktu sekitar setengah jam untuk menceritakan anak perempuannya yang mencandu TV itu. LieTV 02 sekarang di gantung di tembok AFFAIRS STORE YK. sempat sekali di pamerkan di edwin gallery jakarta dalam pameran bersama 'hello print'. tivi, kotak bercahaya dan bersuara dan hampir seperti bernyawa ini berkedip-kedip cepat. hampir seluruh kedipannya mentransmisikan janji-janji retoris busuk tapi berwujud permen, yang memaksa penikmatnya menjilati nikmatnya, lalu menunda-nunda beranjak keluar kamar untuk bersapa dengan kehidupan nyata. memaksa pemirsanya untuk percaya bahwa apa yang ada di dalamnya adalah benar dan nyata. ada LIE di setiap BE-LIE-VE.
These two works, i made in 2007, titled LieTV 01 and LieTV 02. spraypaint stencil on canvas. LieTV 01 bought by American Ladies (forgot his name, came along to my studio with curator: Sudjud Dartanto), she told me that she buy the work to be given to his daughter, which she says addicted to watch American Idol. She came to Liberated studio, where I worked, had just finished this painting, still wet, she then took the chair, sits 5 meters facing this painting, and spent about half an hour to tell stories about her daughter. LieTV 02 now hanging on the wall AFFAIRS STORE YK. was once the exhibited in edwin gallery jakarta, 'hello print' exhibition, a group show. Television, a fast blinking glowing and voiced box. the blink transmits almost all rhetorical promises in candy looks, which forced the viewers licking on it, and then delay to move out of the room to say hello to the real life. forcing viewers to believe that what is in it, is true and real. There is LIE in every BE-LIE-VE.
These two works, i made in 2007, titled LieTV 01 and LieTV 02. spraypaint stencil on canvas. LieTV 01 bought by American Ladies (forgot his name, came along to my studio with curator: Sudjud Dartanto), she told me that she buy the work to be given to his daughter, which she says addicted to watch American Idol. She came to Liberated studio, where I worked, had just finished this painting, still wet, she then took the chair, sits 5 meters facing this painting, and spent about half an hour to tell stories about her daughter. LieTV 02 now hanging on the wall AFFAIRS STORE YK. was once the exhibited in edwin gallery jakarta, 'hello print' exhibition, a group show. Television, a fast blinking glowing and voiced box. the blink transmits almost all rhetorical promises in candy looks, which forced the viewers licking on it, and then delay to move out of the room to say hello to the real life. forcing viewers to believe that what is in it, is true and real. There is LIE in every BE-LIE-VE.
Labels:
LIE TV









































